Berandakisah inspiratifUsia Boleh Bertambah, Semangat untuk Bertumbuh Tak Pernah Usai

Usia Boleh Bertambah, Semangat untuk Bertumbuh Tak Pernah Usai

Di sebuah ruang sederhana di Poskesdes Purwosari, Lingkungan V, Kelurahan Aek Kota Batu, sekelompok masyarakat pra lansia berkumpul dengan membawa cerita dan perjalanan hidup masing-masing. Ada yang datang dengan langkah perlahan, ada yang membawa keluhan tentang kesehatan, dan ada pula yang masih menyimpan keinginan untuk belajar lebih dekat dengan Al-Qur’an. Mereka datang bukan hanya untuk mengikuti sebuah kegiatan, tetapi juga untuk menemukan ruang yang mengingatkan bahwa bertambahnya usia bukan berarti berhenti bertumbuh.

Melalui Program BISIK ORANGTUA—Bina Fisik, Mental, dan Spiritual, Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Utara berupaya menghadirkan pendampingan yang menyentuh tiga hal penting dalam kehidupan: tubuh yang perlu dijaga, pikiran yang perlu dikuatkan, dan hati yang perlu ditenangkan. Program ini menjadi ruang sederhana bagi para peserta untuk mempersiapkan masa lanjut usia dengan lebih sehat, lebih tenang, dan lebih bermakna.

Kegiatan dimulai dengan salat duha berjamaah. Dalam kebersamaan itu, setiap gerakan dan doa seolah menjadi pengingat bahwa usia tidak pernah menjadi penghalang untuk terus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Setelahnya, para peserta belajar membaca Al-Qur’an. Bagi sebagian orang, huruf-huruf yang dibaca mungkin masih terasa asing dan belum mudah dilafalkan. Namun, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Tidak ada usia yang terlalu tua untuk belajar. Selama masih ada keinginan, selalu ada jalan untuk melangkah.

Dengan sabar, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Na IX-X, Dewi Kumala Yogya Sari Hasibuan, S.H.I., mendampingi para peserta dalam setiap proses pembelajaran. Tidak ada tuntutan untuk segera mahir. Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk belajar, dan semangat untuk terus memperbaiki diri. Dari satu huruf yang dikenali hingga satu ayat yang berhasil dibaca, tumbuh kebahagiaan kecil yang mungkin sederhana, tetapi memiliki arti yang besar.

Di sisi lain, perhatian terhadap kesehatan juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Bersama tenaga kesehatan Poskesdes, Bidan Minta Sari, para peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan serta edukasi mengenai pola hidup sehat. Sebab, menjaga tubuh bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang mensyukuri nikmat yang telah diberikan dan mempersiapkan hari-hari mendatang dengan lebih baik.

Program BISIK ORANGTUA menghadirkan pemahaman bahwa kesehatan fisik dan ketenangan batin tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Tubuh yang sehat membutuhkan hati yang kuat, sementara hati yang tenang juga perlu ditopang oleh kehidupan yang terjaga. Ketika keduanya berjalan beriringan, masa tua tidak lagi dipandang sebagai masa untuk berhenti, melainkan sebagai kesempatan untuk lebih banyak bersyukur, memperbaiki diri, dan menikmati kehidupan dengan penuh makna.

Di antara kegiatan, para peserta saling menyapa, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Ruang itu perlahan menjadi lebih dari sekadar tempat pembinaan. Ia menjadi ruang silaturahmi, tempat seseorang merasa didengar, diterima, dan tidak menjalani perjalanan menuju usia lanjut seorang diri.

Barangkali, yang dibutuhkan seseorang ketika usia mulai bertambah bukan hanya pemeriksaan kesehatan atau nasihat tentang pola hidup. Terkadang, mereka juga membutuhkan teman untuk belajar, ruang untuk berbagi, dan seseorang yang mengingatkan bahwa hidup mereka tetap memiliki arti. Mereka tetap mampu belajar. Mereka tetap dapat memberi manfaat. Mereka tetap memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Dari kegiatan sederhana tersebut, tumbuh sebuah pesan yang kuat: usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar tidak harus berkurang. Tubuh mungkin tidak lagi sekuat dahulu, tetapi hati tetap dapat tumbuh semakin dekat kepada Allah.

Program BISIK ORANGTUA bukan hanya tentang pembinaan fisik, mental, dan spiritual. Lebih dari itu, program ini adalah tentang menemani manusia dalam setiap tahap kehidupannya. Tentang hadir ketika langkah mulai melambat. Tentang menguatkan ketika kekhawatiran mulai datang. Dan tentang mengingatkan bahwa selama masih ada waktu, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri.

Sebab, menjadi tua bukan berarti kehilangan arah. Bisa jadi, masa tersebut justru menjadi perjalanan untuk menemukan kembali hal-hal yang paling bermakna: kesehatan, keluarga, kebersamaan, iman, dan rasa syukur.

Di Poskesdes Purwosari, para peserta mungkin pulang dengan membawa hasil pemeriksaan kesehatan, pelajaran baru, atau hafalan yang masih perlu diulang. Namun, semoga mereka juga membawa sesuatu yang lebih lama tinggal di dalam hati: keyakinan bahwa mereka tidak pernah terlalu tua untuk belajar, terlalu terlambat untuk berubah, dan terlalu jauh untuk kembali mendekat kepada Allah SWT.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

LAINNYA

Natal yang Datang Menyapa Anak-Anak Terminal

Bagi banyak orang, Natal mungkin identik dengan rumah yang dihiasi cahaya, pohon Natal yang berdiri indah, meja makan yang dipenuhi hidangan, serta keluarga yang berkumpul...

Di Balik Riuh Terminal, Ada Anak-Anak yang Menanti Kehadiran

Terminal Aek Kanopan selalu memiliki cerita. Di antara suara kendaraan yang datang dan pergi, deru mesin yang silih berganti, serta langkah orang-orang yang seolah tak...